KO atau TKO ? keduanya istilah yang lazim dipakai dalam pertandingan tinju, KO (Knock Out) bermakna tumbangnya seorang petinju akibat terkena pukulan telak dari lawan..terkapar dan tak sanggup untuk melanjutkan pertarungannya, sedangkan TKO (Technical Knock Out) bermakna seorang petinju tak sanggup melanjutkan pertarungannya dengan alasan lain, bukan karena tumbang akibat pukulan lawan. Kalau kita telaah dari kedua makna di atas …KO memiliki bobot akibat yang lebih berat dibanding TKO, namun..intinya KO atau TKO sama saja, yaitu kekalahan yang dialami petinju dari lawannya.Kedua istilah di atas ternyata menjadi kata serapan yang sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu keadaan yang dialami seseorang..bukan di arena tinju.
KO atau TKO setelah berubah menjadi kata serapan bermakna sama, yaitu “ Kalah Telak “ tanpa perlu alasan apapun, namun orang yang kalah dalam sebuah persaingan lebih lazim mengatakan “ di KO “ ketimbang “ di TKO “, karena orang seringkali berperasaan bahwa dirinya mendapatkan kekalahan yang lebih berat dibanding kenyataannya.
Di era materialistis seperti sekarang ini, kompetisi;persaingan antar individu atau golongan untuk mendapatkan sebuah pengakuan ( kekuasaan atau apapun ) menjadi hal yang biasa, menghalalkan segala cara tanpa pertimbangan nurani dan rasa kemanusiaan. Jadi dalam hal ini sah-sah saja kalau kemudian kedua istilah di atas dipergunakan untuk menggambarkan sebuah kekalahan….
Namun jika kompetisi;persaingan dibangun dari semangat saling berwasiat dalam kebenaran dan keshabaran, maka yang diperoleh mutual relation..tanpa ada yang satu merasa di KO atau di TKO yang lain, jadi tidak perlu kedua istilah itu dipergunakan.