Kamis, 03 Februari 2011

Sejak pertama kali ketiban hak menyalurkan aspirasi politik lewat pemilihan umum,baik di era orde baru, gotong-royong atau  indonesia  bersatu , saya akui memang hanya jadi  “ pemilu “  saja, tidak  ajeg mendukung salah satu partai .. untuk jadi simpatisan saja rasanya malas…apalagi sampai fanatik , ga akan !.   “ Pesta Demokrasi ” 4 tahun-an ini memang sarat issue .. nuansa persaingan terasa begitu kental, money politic, lobby-lobby antar elite dan manuver irrasional .. sampai gontok-gontokkan antar grassroot adalah warna yang kerap hadir tatkala pesta ini berlangsung.
Pemilihan umum tahun ini, tambah pusing .. 44 partai politik turut jadi peserta, berpuluh bahkan beratus ribu calon anggota legislatif untuk tingkat pusat dan daerah  beramai-ramai membentuk tim sukses ( anggota tim ini selalu sukses walau yang diusungnya tidak sukses ), bersolek dan  berpose dianggap cara yang paling efektif untuk mempromosikan diri, baliho dengan ukuran raksasa .. sampai baliho ukuran kecil alias kartu nama disebar di setiap penjuru dengan mengabaikan aturan tata ruang publik , uang dihamburkan .. rapat-rapat terselubung digelar …  semua dilakukan demi satu tujuan menjadi anggota legislatif yang terhormat.
Ditengah hiruk pikuk nyoblos atau nyontreng menjelang pemilu tahun ini..bagi saya justru ada yang lebih menarik, eksotik, asyik bahkan lebih ber-nas.. yaitu mengamati kelahiran sebuah komunitas baru. Pengalaman ini sungguh satu souvenir  yang  tak akan ternilai [ atau memang tak bernilai ? ]. Komunitas yang masih bayi merah ini, ber-backup humanis - religis. Kelahirannya bermula dari ketidak sengajaan para pendirinya saat rehat setelah menyelenggarakan kegiatan amal yang bertajuk Duck Party. Pendiri sekaligus member komunitas ini sebagian besar adalah pemerhati lingkungan [?], semangat yang membara agar komunitas segera terwujud tidak lepas  dari dukungan keluarga masing-masing yang merasakecewa dengan aktivitas wasting time mereka .
Ke-kérén-an komunitas ini telah nampak dari sejak kelahirannya, jika komunitas lain .. jelas apa yang menjadi concern mereka , contoh : komunitas penggemar burung, tanaman hias, ikan hias atau komunitas jenis lain semisal : anak jalanan, HIV-AIDS, Blogger..dan banyak lagi. Komunitas ini .. justru tidak seperti contoh komunitas di atas, mereka punya kecenderungan untuk menggarap lebih dari satu lahan.. bahkan bisa berubah menjadi berbagai lahan. Mirip LSM  tapi komunitas .. saru !
Dalam deklarasi yang disampaikan pupuhu komunitas , terungkap bahwa komunitas ini ternyata memiliki keunggulan khas .. yakni setiap member diberikan indeks ( berupa angka ) di belakang nama komunitas .. sehingga secara terbuka terlihat level dari masing-masing member.  Kekeluargaan menjadi ruh dalam komunitas ini dan konsultasi merupakan program unggulan yang paling diminati membernya. Ada satu keunikan yang haqqul yakin tidak akan pernah ditemui pada komunitas lain, namun justru muncul dikomunitas ini.. yaitu jumlah member dibatasi hanya 4 member saja ! dan syarat menjadi member cukup satu, “ kuat lahir – bathin “ . Itulah sebagian kecil ke-khas-an .. keunikan yang dimiliki komunitas ini, memperhatikan kiprah  komunitas ini ke depan menjadi keharusan sebagai pembangkit ghirah untuk terus berkarya.. dibanding nyoblos atau nyontreng.
Diakhir tulisan ini, saya sampaikan turut bergembira dengan lauching-nya komunitas ini .. mudah-mudahan kerjasama yang harmonis dan progresif antar member dapat menular pada komunitas lain yang tidak akan pernah sejenis. Selamat !